SMP NEGERI 19 SEMARANG
DALAM MENGIKUTI
PELATIHAN METODOLGI OBSERVASI EKOSISTEM LAUT
Sabtu, 7 Februari 2009, pagi yang dingin.... kutembus juga jalan raya meluncur menuju smp negeri 7 .... selain nganter cipudku...., hari ini aku akan mengekor temen-temenku dari komunitas guru ipa sak kota semarang. Kami berencana belajar rame-rame tentang Biota Laut di Marine Station Fak.Perikanan dan Ilmu Kelautan UNDIP yang kampus plus laboratoriumnya ada di Teluk Awur Jepara. Wiiih.... ternyata enggak beda jauh dengan anak-anak kami, begitu ketemu langsung ha-ha-hi-hi rame banget, persis kayak bebek... kwek...kwek...kwek..., apalagi aku yang udah lama enggak nongol en beredar diantara temen-temen ipa. Singkat cerita .... eh perjalanan semarang - jepara tu ternyata enggak lama ...., tau-tau kami dah sampai di Gedung Marine Station Teluk Awur Jepara ( sebetulnya jarak en waktu tempuh semarang - jepara dari dulu ya sama aja, yang bikin enggak terasa kan karena kita sibuk kangen-kangenan sama temen lama ). di Marine Station rombongan sirkus... eh rombongan para pahlawan tanpa tanda jasa alias para guru ( he-he-he didalamnya ada aku lho ) disambut baik oleh maneger eh Ketua Marine Station Bapak Ir. Suryono, MSc en staff dosennya ... oya satu kalimat yang sangat berkesan buat aku dari bapak dosen itu, katanya "DOSEN BISA SAJA SALAH, TAPI DOSEN TIDAK PERNAH BOHONG"..... pak Dos, aku juga mau ah prinsip itu, tapi kuganti ya pak, " GURU BISA SAJA SALAH ... WONG MANUSIAWI ... TAPI TIDAK BOLEH BOHONG ( kagak kebayang aku kalo sampai ada guru dalam mentransfer ilmunya ke siswanya pake acara penuh dengan kebohongan). Waduuh malam semakin merayap bertambah malam ... en hujannya juga semakin deres .... waduuh ( lagi ) meja komp-ku kog ketetes air? kutengadahkan kepalaku ke langit-langit tanpa eternit en ternyata dengan genit meneteskan air hujannya ... tes .... tes.... en tes satu - satu.... waduuh ( lagi en lagi ) aku harus berhenti dulu nih sebelum tubuh ku menggigil basah kuyup terkena terpaan air hujan ( kata cipudku " ibu lebai ah" ( lebai = berlebihan ), wong tetesan airnya 10 menit sekali aja kog bingung ). Tapi beneran nih harus kusudahi dulu, besok kulanjut lagi, ada banyak cerita derita lingkungan laut karena keserakahan manusia dalam mengeksloitasi keaneka-ragaman biota laut ( konon itu terjadi di hampir semua daerah pesisir yang ada di Indonesia ). Besok ya jangan lewatkan episode "PELATIHAN METODOLOGI EKOSISTEM LAUT " ini, kalo dilewatin gitu aja rugi lho ... kepareng .... ciao.
Minggu, 8 Febru 2009, dari semalem sampai pagi ini ujan kayaknya enggak habis-habis ditumpahkan oleh langit, brr.... dingin banget ....tapi dengan semangat membaja aku musti teruskan tulisanku. Selesai dengan urusan dapur ( bisa ngamuk 7 keliling pasukan kurcaciku karna kelaparan anggak ada makanan di meja makan ), mulai deh jemariku nan lentik dan indah ..... amboi abiz pokoknya ......., tak tuk mencet huruf - huruf di keyboard PC ku. Kubuka lagi tabungan ingatanku kemarin pas diterangin pak Sur tentang Marine Station yang dipimpinnya. Dasarnya otak udah mulai tua ya agak dedel dikit enggak masalah ya kalo agak salah salah dikit. Menurut beliau sebaiknya untuk muatan lokal di sd smp sma ... terutama di kota kota pesisir .... diisi dengan pengetahuan tentang Biologi Kelautan supaya sinkron en lebih melengkapi kazanah pengetahuan anak tentang lingkungan hidup karna selama ini kan yang lebih banyak dicekoki ( emang ayam ya pake dicekoki ) ke siswa kebanyakan kan Biota darat plus sedikit Biota air, itupun air tawar. Padahal dengan mengenal biota laut yang begitu beragam en tidak kalah potensi dengan yang ada didarat, kita dapat mengganti bahan baku dari darat yang sudah semakin menipis jumlahnya. Contoh nih katanya pabrik kertas Pura kan punya PLTU ndiri, dan sudah mulai kesulitan dengan bahan bakar batu bara, minta ke Marine Station supaya bisa meneliti ... eemm kalo engak salah Spirulina .... yang kalo sudah diolah bisa jadi pengganti batu bara.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar